Buku pelajaran © www.pedomanilmu.com

Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng Bali mengimbau pihak sekolah untuk waspada terhadap peredaran buku pelajaran yang memuat unsur radikalisme, dan sebaiknya menggunakan buku pelajaran yang sesuai dengan kurikukum yang berlaku karena konten dan isi sudah ditentukan.

“Kami juga menekankan para guru wajib memeriksa atau membaca tuntas buku ajaran yang akan dibagikan kepada murid sebagi sumber pengajaran,” ujar Sekretaris Disdik Buleleng, I Nyoman Ngadeg di Singaraja, Bali, Senin (1/2).

Melansir dari Antara, Ngadeg juga meminta seluruh guru mengecek setiap bahan ajaran yang digunakan untuk mengantisipasi menyebarnya unsur radikalisme dalam bentuk apapun.

“Kalau guru sudah melakukan pemeriksaan dan pengecekan terlebih dahulu, maka peredaran buku mengandung unsur radikalisme, SARA, kekerasan atau pelecehan seksual dapat kita eliminir dari awal,” tambahnya.

Kemungkinan peredaran buku pelajaran yang mengandung unsur radikalisme, SARA dan pelecehan seksual dapat dikurangi jika sekolah menggunakan buku sesuai rekomendasi dari Disdik Buleleng.

“Banyak buku yang bagus sesuai kurikulum, tetapi pelajari dulu, sesuai atau tidak dengan rencana pelaksana pembelajaran (RPP), jika penyajiannya sesuai dengan norma dan etika, boleh dipakai,” terang Ngadeg.

Disdik Buleleng juga telah melakukan pengawasan melalui tim khusus untuk mengantisipasi penyebaran buku pelajaran yang berisi hal-hal yang tidak dianjurkan untuk anak.

“Memang ada tim khusus yang melakukan pengawasan, tetapi sejauh ini belum ditemukan yang mengarah ke radikalisme atau pun SARA,” jelasnya.

(ant/nei)