Diminta Kaji Lagi Rancangan Perda LLAJ, Gubernur Pastika Setuju Saja balitoday

Penghancuran mobil tua di atas usia 25 tahun untuk rancangan Perda Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), telah mendapat beberapa protes dari para pemilik mobil tua dan fraksi DPRD Bali. Sehingga Gubernur Bali, Made Mangku Pastika diminta untuk mengkaji kembali rancangan kebijakan tersebut.

Banyaknya permintaan, membuatnya setuju untuk membuat pengeculian untuk para pemilik mobil dan komunitas mobil tua di Bali. Kebanyakan dari mereka banyak mengoleksi mobil tua untuk hobi dan pariwisata.

“Saya sih setuju aja kalau itu (mobil tua peng-hobi) dikasi izin, itu kan juga untuk akomodasi pariwisata,” terangnya di ruang Praja Sabha Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (26/05).

Menurutnya tidak masalah para pemilik mobil tersebut diberi izin memiliki mobil, selama tidak mengganggu lalu lintas dan membahayakan si pemilik dan penumpang kendaraan yang lain.

Untuk batas usia kendaraan juga pihaknya akan pertimbangkan kembali. Menurutnya kebijakan tersebut masih belum ketuk palu dan bisa dikaji kembali.

“Untuk 25 tahun (batas kendaraan) seperti saya katakan asal masih layak jalan, tidak membahayakan si penumpang itu, dan tidak membahayakan orang lain. Batasan (25 tahun) silakan lah dikaji lagi lebih jauh,” tuturnya seperti dikutip dari Tribun Bali. (tri/nei)