Pengadilan Denpasar Sidang 23 Warga Yang Buang Sampah Sembarangan

Pemerintah Kota Denpasar resmi menaikkan denda bagi pelanggar sampah dari yang hanya Rp5 juta menjadi Rp50 juta. Selain itu, masyarakat juga dilarang membuang sampah di lokasi tertentu dan hanya boleh membuang sampah di depan rumah.

Aturan terbaru tersebut, menurut Kadis Kebersihan dan Pertamanan Denpasar‎ Ketut Wisada, merupakan hasil revisi dari aturan sebelumnya yang sempat diekeluarkan pada 2013 silam tentang tata cara pengolahan sampah.

“Inti dari aturan ini, tugas pokok DKP, desa, kelurahan hingga kepala dusun diatur dengan jelas.‎ Nantinya tugas kaling dan kadus membentuk swakelola, mengangkut sampah dari masyarakat ke TPS dan DKP mengangkutnya ke TPA,” terangnya, Senin (18/04).

Dengan adanya aturan terbaru tersebut, ia berharap masyarakat tidak lagi membuang sampah secara sembarangan dan membuangnya pada waktu yang tepat. Sehingga tidak ada lagi sampah berserakan di pinggir jalan raya.

Melansir dari Kabar 24, Pemkot Denpasar mengalokasikan dana senilai Rp40 miliar untuk pembelian peralatan pendukung sebanyak 40 unit motor cikar, lima unit truk ranger kapasitas 16 meter kubik sampah, dan 25 kontainer kapasitas enam meter kubik.

Cikar tersebut akan dibagikan ke seluruh lingkungan desa yang belum membentuk sistem pengelolaan sampah. Hingga kini teah ada 34 kelompok sistem pengelola yang tersebar di seluruh wilayah Denpasar, Bali. (kbr/nei)