Pasar © www.commons.wikimedia.org

Sekitar 40 orang pedagang pasar Senggol Bangli melakukan aksi protes dengan mendatangi langsung Kantor Disperindag Bangli, Kamis (28/1). Aksi ini untuk memprotes jam penjualan pedagang yang dibatasi, sehingga baru bisa buka mulai jam 14.00 WITA.

Kedatangan para pedagang dipimpin oleh I Komang Sudana diterima biak oleh Kadisperidag Bangli I Nengah Sudibya dan sejumlah pejabat lainnya. Mereka ingin mengetahui apa yang sesungguhnya yang terjadi pada pedagang pasar Senggol.

Disperindag Bangli kemudia menjelaskan pembatasan waktu berjualan tersebut serangkaian datangnya tim penilai lomba adipura bulan Pebruari nanti. Pihaknya mendapatkan perintah dari Pj. Bupati untuk melakukan penataan di sekitar lokasi, termasuk melakukan penjadwalan para pedagang yang berjualan.

Sudibya pun melunak dengan menyatakan tetap memberikan kelonggaran, dengan catatan pedagang bisa menjaga kebersihan, menata lapak (rombong) agar lebih rapi, tidak seperti saat ini ada bentangan tali yang membuat kumuh. Malahan ada tempat tidur dalam lapak.

Sebagai informasi, ternyata pemimpin demo, I Komang Sudana merupakan seorang oknum PNS bertugas di Dinas Perhubungan Bangli. Hal inilah yang dipertanyakan para petugas, apakah boleh PNS jadi pemimpin demo.

Melansir dari Suaradewata, saat dimintai penjelasan mengenai hal tersebut, Sudibya mengaku belum tahu persis kalau stafnya ikut dalam demo. Pasalnya, stafnya itu secara resmi belum minta ijin kepada dirinya.

“Saya akan telusuri dulu soal informasi itu, apakah benar pegawai saya ikut atau tidak. Pasalnya tadi pagi saya lihat dia ada di kantor,” katanya.

Dirinya masih akan melakukan tahap awal dengan memanggil yang bersangkutan dan jika terbukti melanggar UU kepegawaian, nanti akan ada sanksi buatnya.

(sua/nei)