pelabuhan gilimanuk © www.elgibrany.wordpress.com

Pelabuhan Gilimanuk Jembrana Bali harus buka tutup karena ekstrimnya cuaca beberapa hari ini di wilayah Bali. Dengan gangguan cuaca ekstrim tersebut, banyak kapal-kapal yang oleng dan jarak pandang nahkoda pun terganggu.

Informasi ini disampaikan oleh Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan  kelas III Gilimanuk, Nyoman Daelon Wirawan. Rabu (27/1). Cuaca ekstrim ini membuat kapal-kapal yang hendak bongkar muat kendaraan oleng dan berbenturan. Gelombang tinggi juga mengganggu jarak pandangnya terganggu, sehingga kondisi ini sangat membahayakan dan pihak pelabuhan memutuskan untuk menutup penyebrangan.

“Karena cuaca buruk tadi sekitar pukul 15.20 wita penyebrangan ditutup. Tadi angin kencang dengan kecepatan lebih dari 30 knot yang datang dari arah tenggara dan timur. Lalu berputar diatas selat Bali kemudian disusul hujan yang sangat lebat. Sehingga jarak pandang nahkoda hanya 15 meter dan sangat sulit untuk memantau pergerakan kapal maupun melihat kapal lain yang sedang berlayar,” ujarnya kepada Suaradewata.

Daelon menambahkan, ketika cuaca mulai membaik, penyebrangan Gilimanuk kembali dibuka. Untuk kapal-kapal yang sudah penuh muatan langsung berangkat dan bagi kapal yang mengapung langsung sandar untuk bongkar muat.

“Kami masih tetap memantau perkembangan cuaca. Jika kembali buruk dan membahayakan maka penyebrangan akan ditutup kembali,” tutupnya.

(sua/nei)