Bus sekolah © www.aktual.com

Janji Dinas Perhubungan (Dishub) Gianyar untuk mengoperasikan tujuh unit bus sekolah awal 2016 ini belum terealisasi. Hingga akhir pekan bulan Januari, belum ada tanda-tanda bus sekolah ini akan dioperasikan.

Ketua Komisi IV, DPRD Gianyar, Putu Gede Pebriantara meminta agar secepatnya ada koordinasi antara Dinas Perhubungan dan Dinas Pendidikan. Pengoperasian bus sekolah ini telah dinanti-nanti oleh ribuan siswa Gianyar. Ada sekitar 28 ribu lebih siswa yang berpotensi bisa menggunakan angkutan gratis ini.

“Siswa dan orangtua murid sudah lama menanti pengoperasian bus ini. Akan sangat membantu bagi mereka para siswa yang kesulitan akses transportasi, “ katanya kepada Tribunbali, Senin (25/1).

“Anak-anak tentu sangat membutuhkan bus ini. Terutama bagi mereka yang kesulitan akses transportasi yang berada jauh dari sekolah,”

Pebriantara juga mengharapkan, bus sekolah ini dapat difungsikan sesuai dengan perencanaan. Apalagi dengan dengan biayanya yang cukup mahal.

“Iya kita minta dinas terkait percepat. Kan kasihan barang mahal-mahal dibiarkan,” tambahnya.

Untuk melengkapi fasilitas bus sekolah, halte bus juga telah dibuat. Sedangkan tujuh unit bus senilai Rp 4,5 miliar ini juga sudah sampai di Gianyar sejak Desember lalu dan juga sudah di-lounching.

Hal ini pun dijawab oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar Cokorda Agusnawa.

“Kami masih meitungan (membahas) bersama Bapeda dan Perwat terkait biaya operasional,” ungkapnya.

Cokorda Agusnawa menambahkan, pihaknya belum bisa mengoprasikan bus-bus tersebut meskipun rute Bus Sekolah yang akan dipadukan dengan Bus Trans Harmoni sudah rampung.

“Koridor hingga rute kita sudah buatkan kajian, agar tujuh Bus Sekolah ini bisa dipadukan dengan Bus Trans Harmoni. Namun kita masih menunggu Bapeda dan Perwat terkait penganggaran operasionalnya,” tutur Cokorda.

(tri/nei)