© www.anythingbali.com

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta tengah gontol-gontolnya menggarap potensi yang ada di Klungkung, salah satunya potensi hutan mangrove yang berada di wilayah pulau Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan.

“Kita sebenarnya punya potensi hutan mangrove yang luar biasa di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Namun, pengelolaanya memang perlu terus kita kembangkan lagi,” ungkap Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, Jumat (18/03) saat melakukan study banding ke wilayah Semarang Jawa Tengah.

“Kita akan menggodok agar kawasan hutan mangrove di Nusa Lembongan serta Nusa Ceningan dapat dikelola penuh oleh Desa setempat dan dijadikan hutan mangrove desa,” jelasnya lagi.

Menurutnya, kondisi hutan mangrove di Kawasan Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan berbed dengan hutan mangrove yang berada di Semarang. Apalagi di Klungkung, kawasan mangrove menjadi kawasan hutan lindung dan wilayah konservasi dan berada pada kewenangan Kementrian Kehutanan dan kementrian Kelautan.

Meskipun begitu, ia telah menyiapkan langkah agar perbekel setempat membuat surat ke Kementrian Kehutanan yang ditembuskan ke Bupati. Surat tersebut berisi permintaan menjadikan hutan mangrove Jungut Batu dan Ceningan menjadi hutan mangrove Desa, seperti dilansir dari Berita Bali.

Sebagai informasi, kawasan hutan mangrove di Nusa Penida berada tersebar di dua kepulauan yaitu, Jungut Batu, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Seluruh kawasan hutannya merupakan kawasan konservasi. (ber/nei)