Pasar modern © www.pandajajan.blogspot.com

Bupati Jembrana I Putu Artha berencana membuat semua pasar desa di Kabupaten Jembrana memiliki sistem modern. Hal ini disampaikannya saat menghadiri pemelaspasan sekaligus mulai beroperasinya penggunaan Pasar Umum Dauhwaru kecamatan Jembrana, Rabu (27/1).

Menurutnya, pasar tradisional masih menyisakan kesan kumuh, jorok, dan becek terutama saat musim hujan dianggapnya suatu persoalan. Hal ini yang membuat pasar tradisional sulit bersaing dengan toko-toko moderen yang menjual kebutuhan serupa karena ditata lebih baik.

Alasan itulah yang membuat Artha ingin nantinya disemua desa dikabupaten Jembrana memiliki pasar desa dengan sistem moderen. Baik dari bangunannya, kemasan maupun pelayanan.

Pasar desa tradisional memiliki kekhasan tersendiri karena dari pedaganng maupun pembelinya relatif berasal dari lingkungan yang sama.

“Sesuai hukum pasar tentunya konsumen akan memilih produk maupun penjual yang lebih baik,” ungkapnya, seperti dilansir Tribunbali.

Acara tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa serta Kepala Dinas Perindagkop Jembrana I Made Sudantra.

Pada tahun 2016, ada dua pasar yang akan menjadi target revitalisasi, yaitu pasar Banjar Tengah Negara dan pembangunan pasar desa Ekasari Melaya.

(tri/nei)