Pohon Tumbang Bali © www.beritajalanan.com

Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung saat ini masih melakukan penanganan terhadap banyaknya pohon tumbang yang terjadi akibat terjangan hujan angin pada Rabu kemarin (27/1). Kecepatan angin yang mencapai 95 kilometer per jam tersebut mmenumbangkan 13 pohon raksasa.

Penangan oleh BPBD masih dilakukan hingga hari ini, karena keterbatasan personel.

Berdasarkan data yang dicatat BPBD Badung, pohon tumbang terbanyak terjadi di Kecamatan Abiansemal, yakni empat kasus.

Musibah ini terjadi di Banjar Lebah Sari, Desa Mambal dengan kasus sebuah pohon kelapa dan pohon badung yang telah menimpa mobil dan bale jineng milik Wayan Kamar (53).

Kasus lainnya, pohon tumbang telah menghancurkan sebuah art shop kerajinan tangan di Banjar Gunung, serta sebuah pohon mangga selebar 80 cm dengan ketinggian delapan meter telah menimpa kandang sapi di sekitarnya dan menewaskan hewan di dalamnya.

Kerugian material di Kecamatan Abiansemal mencapai Rp112 juta.

Kepala BPBD Badung, I Nyoman Wijaya mengaku sangat kewalahan mengatasi pohon-pohon tumbang tersebut akibat angin kencang pada Rabu (27/1) lalu.

Dengan jumlah personil Tim Reaksi Cepat (TRC) hanya berjumlah 35 orang, pihaknya harus pintar memprioritaskan terlebih dahulu pohon-pohon tumbang yang sangat mengganggu fasilitas publik.

“Hari ini kami masih membersihkan di empat lokasi. Di Penarungan, Legian, Tegal Jaya dan Banjar Raketan.Kemarin kami belum sempat bersihkan, karena banyak tempat-tempat umum yang juga tertimpa pohon tumbang. Karena di empat lokasi ini tidak mengganggu fasilitas umum, karena itu, kami kerjakan saat ini,” tuturnya kepada Tribunbali.

(tri/nei)