Bom © www.spiritriau.com

Bupati Gianyar menggelar rapat koordinasi bersama Pimpinan Kecamatan, dan tokoh masyarakat di Kabupaten Gianyar. Topiknya adalah tindakan radikal dari ISIS yang menjadikan Bali sebagai target teror.

Rapat tersebut diadakan pada Selasa (2/2) lalu, di ruang sidang utama Kantor Bupati Gianyar. Bupati Gianyar Agung Bharata menegaskan sikapnya yang terus meningkatkan kewaspadaan. Apalagi teroris saat ini telah berani menampakkan diri di hadapan publik, ”Seperti bom di Sarinah beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Agung menjelaskan, target yang kemungkinan akan disasar teroris tersebut adalah mall, rumah ibadah, objek wisata ternama. Namun bisa juga tempat-tempat ramai lainnya atau tempat vital lambang – lambang negara.

Masyarakat setempat juga diharapkan mulai dapat mencurigai hal-hal di sekitarnya yang berbau terorisme. Entah itu penduduk lokal maupun asing, yang sedang berkunjung di Kabupaten Gianyar.

Pendataan penduduk di masing – masing wilayah desa pun harus diintensifkan. Harus ada laporan 1×24 jam untuk tamu yang tinggal kepada aparat keamanan

”Monitor dimanapun ada kedatangan orang asing,” imbaunya seperti dilansir Suaradewata.

Menurutnya, Kabupaten Gianyar masih memiliki organisasi desa yang dukup kuat, seperti adanya banjar, bendesa, perbekel, dan kecamatan. Persatuan tersebut seharusnya dapat menjadi benteng pelindung bagi orang asing yang ingin masuk ke wilayah desa masing – masing.

”Citra Gianyar akan ditentukan oleh seni budaya masyarakat desa yang ditunjang oleh keamanan wilayah,” tutupnya.

(sua/nei)