Waspada, Sudah Ada 24 Warga Bali Jadi Korban DBD balitoday

Sejak bulan Januari hingga April 2016, dikabarkan terdapat 24 orang yang meninggal dari 5.300 kasus deman berdarah dongue (DBD) di Provinsi Bali. Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kepala Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya.

Ia menerangkan bahwa penangan yang dilakukan pihaknya, seperti rumah sakit dan puskesmas telah cukup baik dan sesuai dengan Standar Operating Procedur (SOP). Namun kebanyakan kasus kematian terjadi akibat keterlambatan diagnosa.

“Jadi misalnya panas yang sudah terjadi beberapa hari tidak disadari itu adalah DB, sehingga pada saat datang ke rumah sakit sudah dalam keadaan fase shock. Namun ketika pasien tersebut datang pada fase awal, maka dapat disembuhkan dengan regiment biasa,” jelasnya.

Menurutnya, pengobatan DB dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu istirahat total, pemberian rehidrasi atau cairan baik itu infus maupun minuman oral kepada pasien, kemudian pemberian vitamin dan stimulus sebagai peningkatan daya tahan tubuh pasien.

Dengan cara tersebut, diharapkan pada waktu lima hari dapat terlihat berkurangnya virus DB dengan ditandai meningkatnya trombosit pada hari keenam, seperti yang diwartakan dari Tribun Bali.

Selain itu, penyebaran DBD tergantung dari curah hujan. Jika biasanya musim hujan terjadi dari bulan Januari hingga Mei, maka pencegahan dapat dilakukan beberapa bulan sebelumnya. Yaitu dengan melakukan 3M pada bulan September. (tri/nei)