Ilustrasi © suarapendidikan.com

Beberapa virus yang sudah pernah menyerang tubuh, biasanya akan membuat antibodi menjadi kebal. Sehingga kemungkinan akan terserang virus yang sama menjadi lebih rendah.

Hal ini ternyata tidak berlaku bagi virus dengue yang menyebabkan penyakit demam berdarah dongue (DBD). Pasien dapat terjangkit kembali karena virus dongue memiliki bermacam-macam serotipe.

“Kekebalan pada salah satu serotipe dan pada serotipe lain belum,” ujar spesialis penyakit dalam dari Siloam Hospitals Lippo Village dr.Mozes Silaban, Senin (02/05).

Menurutnya, ada empat macam serotipe virus dengue, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. Meski tubuh memiliki mekanisme untuk membangun kekebalan tubuh terhadap virus dengue, namun pasien dapat mengalami secondary infection (infeksi kedua kali).

Beberapa bulan atau tahun kemudian pasien dapat mengalami gejala DBD lagi seperti pusing, nyeri mata, dan pegal, mirip gejala flu. Tiba-tiba pasien dapat mengalami penurunan trombosit menjadi 150.000 trombosit per mikroliter darah dan kenaikan hematokrit 5-10%.

Sebab inilah yang harus diwaspadai oleh mantan pasien DBD agar tetap waspada dan tidak hanya mengandalkan sistem kekebalan tubuh. Sehingga perlu dilakukan pencegahan penyebaran virus, mencegah perkembangbiakan dan gigitan nyamuk. Demikian yang dikutip dari Kompas.

Data yang tercatat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi bahwa ada sekitar 390 juta kasus DBD per tahun dengan 96 juta kasus diantaranya termanifestasi klinis dari seluruh dunia. (kom/nei)