© balibalimedia.blogspot.com

Pelaksanaan Denpasar Festival yang terkadang mengganggu arus lalu lintas di tengah kepadatan kota menjadi keluhan tersendiri bagi masyarakat begitu juga di kalangan DPRD Kota Denpasar.

Pemilihan lokasi pelaksaan Denpasar Festival terkesan kurang tepat, yaitu di keramaian yang menjadi pusat kota. Sehingga tentu saja kemacetan menjadi tak terhindarkan.

“Ini ide cerdas dari temen-temen DPRD Denpasar, perlu kita tindaklanjuti. Apakah kita harus tindaklanjuti dengan Peraturan Wali Kota, atau bagaimana. Siapapun yang memberikan masukan, mari kita jangan lihat siapap yang berbicara tapi apa yang dibicarakan,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar, AAN Rai Iswara yang memimpin rapat evaluasi Denpasar Festival tersebut, Kamis (25/02) di lantai Tiga Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar, Bali.

Keluhan yang sama pun dinyatakan oleh sejumlah anggota DPRD Kota Denpasar. Gelaran tahunan tersebut merupakan salah satu kegiatan positif, namun memang lokasi yang digunakan kurang tepat.

Melansir dari Tribun Bali, kemungkinan pada Denpasar Festival ke-9 nanti, ujar Rai Iswara, lokasi Denfest bakal digelar di dua lokasi yaitu di lokasi seperti biasa di kawasan Catur Muka dan di Lumintang, Denpasar.

“Sehingga nanti kalau di lokasi utama sudah padat, mereka bisa ke Lumintang. Yang dilumintang, kalau sudah bosan mereka bisa ke catur muka,” jelasnya. (tri/nei)