Karena beberapa tempat di desanya sering dijadikan sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA), warga Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani, membangun pagar di jurang dan sungai.

Selain memagari, mereka juga memasang himbauan untuk tidak membuang sampah sembarangan. Dengan hal ini, diharapkan warga akan sadar dan tidak lagi membuang sampah di sekitar area ini.

Seperti dilansir dipabali.com, hampir seluruh jurang di daerah ini dipagari menggunakan bamboo dan kayu beserta tulisan himbauan untuk tidak membuang sampah di sekitar area tersebut.

Perbekel Bayung, Gede I Wayan Suarjaya, Minggu (21/02), mengatakan bahwa sampah-sampah yang ada di beberapa area di desanya berasal dari luar desa.

Artinya, sampah-sampah tersebut bukan berasal dari warga Desa Bayung Gede. Namun, ia tetap tidak bisa mejamin bahwa ada beberapa warga desanya yang masih membuang sampah sembarangan.

“Ini langkah tegas yang kami lakukan sesuai rembug bersama warga, BPD (Badan Permusyawaratan Desa), serta LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat). Kalau tidak seperti itu, kami khawatir pencemaran di lingkungan kami akan semakin meluas,” pungkasnya. (dpb/fal)