© www.ouribid.tk

Tahun Baru Imlek menjadi saat yang paling dinanti bagi etnis Cina tak terkecuali di Indonesia. Di Bali, penyambutan datangnya tahun monyet api ini pun turut dimeriahkan oleh berbagai kalangan. Begitu juga turunnya hujan saat Tahun Baru, dipercaya sebagai pertanda berkah.

Romo Handi, seorang tokoh rohaniawan Buddhist di Vihara Dharmayana/Leeng Gwan Bio, Kuta, Badung, Bali menyatakan bahwa tahun baru imlek yang disertai turunnya hujan merupakan awal untuk menyambut musim semi.

“Jika kita melakukan apa lalu kemudian turun hujan, untuk di etnis Tionghoa, ini dipercaya sebagai lambang kemakmuran,” terang Romo Handi, seorang tokoh rohaniawan Buddhist kepada Tribun Bali, di Vihara Dharmayana/Leeng Gwan Bio, Kuta, Badung, Bali, Minggu (7/2).

Tanpa datangnya berkah di tahun baru juga disampaikan oleh Atu Mangku Adnyana di Griya Kongco Dwipayana Jalan By Pass Ngurah Rai, Tanah Kilap, Denpasar Selatan. Ia menambahkan, trurunya hujan ini adalah simbol berkah akan kembali diturunkan.

“Hujan sebagai pertanda berkah yang turun juga menandakan bahwa kehidupan masih bisa dijalani dan dilewati,” jelasnya.

(tri/nei)