Turnamen Piala Presiden memang baru saja dimulai beberapa hari lalu. Namun sebuah trofi untuk pemenang turnamen sudah disiapkan mulai sekarang. Yang menarik ternyata trofi ini dibuat dari sebongkah kayu dan akan dipahat dengan menggunakan tangan.

Seorang pria asal Gianyar, Ida Bagus Ketut Lasem, diberi kepercayaan untuk memahat trofi turnamen Piala Presiden. Sebelumnya, bahan baku berupa balok kayu telah dikirim ke rumahnya hari Selasa (02/09) kemarin. Balok kayu dengan tinggi 60 cm dan berat 50 kg ini berasal dari kayu jati asal Bojonegoro.

Meski telah menerima bahan baku trofi, Ketut Lasenm tidak serta-merta mengerjakannya secara langsung. Dirinya menunggu ‘hari baik’ untuk memulai pengerjaan trofi. Hal ini tidak hanya berlaku bagi pengerjaan trofi Piala Presiden, tetapi juga saat Ketut Lasem mengerjakan beberapa karya yang lain.

Seperti yang dilansir tribunnews.com, Ketut Lasem tidak akan sendiri dalam mengerjakannya. “Anak saya, Ida Bagus Nyoman Mahayana, akan membantu proses pengerjaannya,” kata Ketut Lasem. Dan hari Jumat (05/09) dipilih sebagai hari untuk proses pengerjaannya.

Trofi Turnamen Piala Presiden nanti akan memiliki tinggi 50 cm dan pondasi 10 cm. Pondasinya akan dipenuhi dengan ukiran khas Pulau Bali. Sementara untuk badan trofi, akan berbentuk bola yang dibalut bendera merah putih secara melingkar. (trb/fif)