© baliartandculture.wordpress.com

Seusai perayaan Nyepi, ada lagi satu tradisi yang biasanya dilakukan secara rutin, yiatu Ngembak Geni pada Kamis (10/03), yang dilakukan oleh warga di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng yang terdiri dari Desa Dencarik, Desa Banjar, Desa Banyusri, Desa Kayuputih dan Desa Banyuatis serta sejumlah desa lainnya.

Ngembak Geni tersebut dilakukan dengan Nyakan Diwang, memasak di area dapur untuk menyucikan lingkungan rumah dan dapur. Masyarakat percaya dengan melakukan tradisi ini, mereka dapat menyepikan dapur rumah serta diyakini bisa meningkatkan tali persaudaraan antara warga yang ada.

Nyakan diwang ini merupakan tradisi sejak dulu. Dimana kegiatan ini kami yakini untuk menyucikan lingkungan dan dapur kami. Di lain itu pelaksanaan nyakan diwang ini dilakukan guna memupuk tali persaudaraan antara masyarakat satu dengan yang lainnya karena saat nyakan diwang yang dilakukan para masyarakat saling berkunjung antara masyarakat yang lainnya,” jelas Ida Bagus Kade Susila, warga Desa Banjar.

Pada saat perayaan, warga pun keluar rumah dan memadati jalanan desa. Biasanya tradisi Nyakan diwang ini dilakukan di pintu masuk halaman rumah warga masing-masing, sehingga tradisi tersebut terasa sekali kebersamaannya.

“Yang menarik dalam kegiatan ini, seluruh warga yang sedang melaksanakan kegiatan nyakan diwang saling mengunjungi dan ini tentunya menambah kekerabatan dan rasa persaudaraan,” jelas Ida Bagus Susila, seperti dikutip dari Berita Bali.

Tradisi nyakan diwang juga berlangsung di Desa Banyuastis yang dimulai Pukul. 00.00 wita, warga di desa berhawa dingin itu hampir seluruhnya berkumpul di jalan raya melakukan aktivitas memasak.

Agus Astapa, salah satu warga Banyuatis menyatakan harapannya agar tradisi ini tetap berlangsung dari generasi ke generasi. (ber/nei)