Indikasi Aborsi Masih Mungkin, Tali Pusar Orok Bayi Diputus Paksa balitoday
© purwakartakab.go.id

Saat mendengar laporan warga Jalan Sentanu, Banjar Ben Biu, Peguyangan Kaja, Denpasar dengan ditemukannya bayi di sawah, Polsek Denpasar Barat langsung menuju lokasi dan memeriksa para saksi.

Dari informasi yang telah dihimpun dari warga dan para saksi, polisi memutuskan untuk mendatangi sebuah rumah yang terletak sekitar 25 meter dari lokasi penemuan bayi.

Polisi mendatapi tetesan darah yang berada di gagasi rumah. Diamankanlah seseorang berinisial KYW (18), seorang pembantu rumah tangga (PRT) di rumah tersebut. Setelah diinterogasi ia pun mengaku melahirkan bayi terbuang tersebut.

KYW melahirkan bayi malang tersebut Jumat (01/04) pagi hari saat ingin buang ari besar (BAB) di kamar mandi.

“Polisi menanyakan kepada warga sekitar apa akhir-akhir ini ada warga yang terlihat sedang hamil tua, dari informasi tersebut mengarah ke KYW yang PRT di sebuah rumah tidak jauh dari lokasi penemuan bayi.

Setelah mendapat izin untuk ngecek dari tuan rumah, kita masuk ke pekarangan rumah, kita lihat ternyata ada tetesan darah di sana di halaman rumah dekat garasi.

Pada saat polisi datang dan menanyai dia, wajahnya pucat, kelihatannya dia takut, nggak lama setelahnya, dia mengakui kalau dirinyalah orang yang telah membuang bayi tersebut,” terang Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat, Iptu Pol Lutfi Olot Gigantara.

KYW mengaku bahwa ia sendiri tidak sadar bahwa tengah hamil. Bayi tersebut ialahirkan sebagai hasil hubungannya dengan mantan pacarnya , NL.

“Menurut majikannya, setiap bulan datang bulannya lancar. Tapi memang majikannya sempat curiga karena perawakan KYW tambah besar. Sempat ditanya, tapi katanya nggak ada apa-apa. Cuma lemas saja akhir-akhir ini, besok Sabtu (02/04) rencananya majikannya mau ngajak dia ke rumah sakit untuk berobat,” ujar Lutfi, kepada Tribun Bali.

KYW diduga telah melanggar Pasal 76 C Yo Pasal 80 ayat (3) dan (4) UU No. 35 Tahun 2014 perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Primer Pasal 306 ayat (2) Sub pasal 305 lebih sub Pasal 308 KUHP. (tri/nei)