Pulau Dewata Masih Berjuang Jadi Pulau Organik balitoday
petani menanam padi © www.beritadaerah.co.id

I Ketut Sanggra, Kelian Subak Alastunggal, Desa Duda, Kecamatan Selat mengaku bahwa sudah tak ada lagi bantuan bibit bagi para petani untuk musim tanam selanjutnya. Petani dianjurkan untuk membeli bibit sendiri.

“Untuk musim tanam selanjutnya tidak lagi ada bantuan. Sehingga petani membeli sendiri bibit padi ciherang,” ungkap Sanggra.

Terakhir kali dirinya menerima bibit, sebanyak 1 ton padi untuk 40 hektare sawah, 6 ton pupuk NPK ponska, dan 8 ton pupuk urea, pada Januari 2015. Bantuan itu telah dia bagikan di delapan tempek: Duwe, Tengah, Palud, Susuan I, Susuan II, Susuan III, Pule dan Delod Sema.

Hal ini juga dikuatkan dengan pernyataan I Nyoman Merta Tenaya, Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Karangasem yang menegaskan bahwa untuk tahun tanam 2016, sudah tak ada lagi bantuan bibit untuk petani.

“Memang tidak lagi ada bantuan, sehubungan berlakunya UU No 23 tahun 2014. Belum ada solusi untuk membantu petani,” ujarnya.

Para petani harus bersabar karena tidak adanya bantuan bibit dari pemerintah ini. Mereka harus berusaha membeli sendiri bibit padinya.

“Saya telah lama tidak dapat bantuan bibit padi. Kali ini saya beli bibit, untuk sekali tanam,” kata petani I Made Raka, yang tinggal di Banjar Bambang Biaung, Desa Duda, Kecamatan Selat saat ditemui Nusabali di Subak Uma Desa, Banjar/Desa Duda, Kecamatan Selat, Karangasem, Minggu (17/1).

(nus/nei)