© tempatwisatadibaliii.blogspot.com

Kondisi memprihatinkan terlihat di basement Pasar Badung pasca kebakaran beberapa waktu lalu. Selain banyaknya lalat berterbangan, bau tak nyaman, tempat bagi para pedagang juga sempit.

“Sehari rata-rata empat kertas berisi lalat,” tandas salah satu pedagang di pasar Badung bernama Jero Nyoman Sekar Jambe, Selasa (29/03).

Para pedagang memang menggunakan kertas lengket agar lalat menempel.

“Benar-benar menderita saya. Bukannya banyak pembeli, tapi malah banyak lalat datang ke sini,” keluhnya lagi.

Suasana Pasar Badung juga terlihat begitu gerah karena bau tidak sedap.

Terkait keluhan pedagang tersebut, Dinas Kesehatan Kota Denpasar hari ini (30/03) akan menggelar penyemprotan di sumber-sumber lalat di Pasar Badung.

“Sebenarnya kami sudah melakukan penyemprotan tanggal 18 kemarin. Tapi kalau disemprot telurnya tidak mati dia. Mungkin karena itu lagi muncul lalat-lalat itu. Besok (hari ini) kami akan semprot lagi,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Luh Putu Sri Armini yang kemarin ikut rapat soal persiapan relokasi Pasar Badung di Kantor Wali Kota Denpasar di ruang rapat Sekda Denpasar.

Melansir dari Tribun Bali, para pedagang juga mengaku telah menerima surat edaran dari PD Pasar Kota Denpasar terkait persiapan relokasi dan soal komitmen Pemkot Denpasar untuk memulihkan kondisi perekonomian pedagang di Pasar Badung.

“Kami siap dipindah asalkan adil, kalau pindah ya pindah semua. Kalau setengah pindah, setengah di sini, oh kami tidak mau,” ucap pedagang di sisi barat basement, AA Ayu Rustariasih (62). (tri/nei)