Asosiasi sekolah Sepak Bola (SSB) Kota Denpasar kembali dipimpin oleh Saiful Bahri. Dirinya akan menjabat ketua umum untuk lima tahun ke depan.

Usai terpilih sebagai ketua umum, Saiful Bahri menegaskan akan melakukan penyegaran di susunan kepengurusan SSB Kota Denpasar. . ”Bagi pengurus yang kurang akif, kami gantikan pengurus baru,” ucapnya. Seperti dilansir dari balipost.com.

Dirinya mengakui jika selama ini terjadi persaingan antar SSB dalam mencari bakat muda untuk diikut sertakan dalam turnamen. ”Banyak keluhan muncul, SSB yang lama mendidik siswanya mendadak diserobot tim lain yang menggunakan jasa pemain berangkutan, hanya untuk sebuah turnamen,” keluhnya.

Dirinya pun menyoroti kinerja dari Panitia Pelaksana (Panpel) turnamen yang tidak tegas dalam menyikapi persaingan tidak sehat anta SSB. ”Padahal, semestinya didiskualifikasi sebab tim kontestan memakai pemain bukan asuhannya. Di sisi lain, panpel juga ingin hajatannya meriah bisa melibatkan banyak tim,” jelasnya. 

Oleh karena itu, menurut Saiful Bahri, perlu direvisi penyusunan AD/ART tentang status peminjaman pemain, yang melibatkan antara siswa, SSB asal dan SSB yang menggunakan jasa pemain, termasa para orangtua. ”Kami ingin revisi AS/ART, jangan sampai SSB yang membina siswa sejak kecil, malah dirugikan,” terang dia. (bal/end)