Penyerapan dana transfer dari Pemerintah Pusat di Provinsi Bali masih rendah. Hingga kini besar serapan masih berada di angka 37,7%. Padahal total target serapan di triwulan III tahun 2015 mencapai 60%. Oleh karena itu, instani terkait di wilayah Provinsi Bali diharapkan bisa bekerja lebih keras lagi.

Rencananya Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Negara Bali akan mengubah pola kerja agar nilai penyerapan bisa meningkat. Salah satu yang akan diperhatikan adalah soal belanja barang dan modal.

Seperti dilansir bisnisbali.com, realisasi dana yang bersumber dari APBN per tanggal 19 Agustus 2015 mencapai Rp 3,9 triliun. Nilai itu terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp 2,3 triliun, belanja barang Rp 1,04 triliun, belanja modal Rp 41,2 miliar dan belanja bantuan social 136,5 miliar.

Menurut Ditjen Perbendaharaan Negara Bali ada beberapa penyebab terhambatnya penyerapan. Seperti masalah perubahan nomenklatur, satuan kerja yang ragu saat pencairan dana, pengesahan APBN perubahan dan terlambatnya proses transfer dana dari pemerintah pusat. (bsb/fif)