Kondom khusus perempuan © baltyra.com

Sejak tahun 2008, BKKBN Provinsi Bali tidak lagi menyediakan kondom khusus wanita. Hal ini disebabkan sepinya peminat untuk alat kontrasepsi jenis ini.

Kepala Bidang KB dan KR perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Drs Ida Putu Mudita MSi mengatakan pada Kamis (25/02) bahwa alasan kepraktisan penggunaan menjadi alasan sepinya peminat.

“Pada sekitar tahun 2008 kondom untuk wanita sudah tidak disediakan lagi karena sepi peminat,” ujarnya.

Karena alasan ini, kondom sebagai Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) akhirnya ditetapkan hanya untuk laki-laki saja.

Di sisi lain, penggunaan kondom sebagai alat kontrasepsi peserta Keluarga Berencana (KB) di Bali tidak terlalu signifikan jumlahnya.

Seperti dilansir tribunnews.com, di Bali terdapat 665.592 pasutri pada usia subur dan 543.680 diantaranya merupakan peserta KB. Dari 543.680 peserta KB di Bali terdapat 3,44% saja yang memilih menggunakan kondom. (trn/fal)