Pulau Bali dikenal memiliki jumlah anjing liar yang cukup tinggi dibandingkan daerah lain. Hal ini berjalan seiring dengan jumlah kasus gigitan yang terjadi.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Klungkung, terdapat 100 kasus gigitan hingga pertengahan Februari 2016 ini di Klungkung.

Meskipun tidak ditemukan warga yang terjangkit rabies akibat gigitan ini, jumlah ini dirasa cukup membuat khawatir warga.

Yang terbaru, kasus menimpa seorang balita berusia tiga tahun asal Dusun Sema Agung, Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, pada Senin (17/02).

Ia digigit di bagian bibir oleh anjing kecil milik tetangganya ketika sedang bermain. Karena dikhawatirkan terjangkit rabies, ia pun dilarikan ke RSUD Klungkung untuk diberikan vaksin anti rabies.

Sementara itu, seperti dilansir nusabali.com, anjing yang menggigit diamankan Dinas PPK Klungkung untuk diperiksa lebih lanjut.

Kadiskes Klugkung, dr. Ni Made Adi Swapatni ketika dikonfirmasi menyatakan bahwa anjing biasanya menggigit karena merasa terganggu, misalnya ekornya terinjak.

Dirinya mengatakan bahwa untuk penanganan kasus gigitan, pasien akan diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) untuk mencegah virus rabies untuk menjangkit.

“Untuk pemberian VAR tentu dengan cara selektif, yakni terlebih dahulu melihat sebab kenapa anjing itu bisa menggigit,” pungkasnya. (nsb/fal)