Sebelum Gantung Diri, Suarjana Tiba-tiba Penyendiri dan Mondar-mandir Tengah Malam balitoday

Penemuan jasad I Wayan Suarjana (27) yang tergantung di depan pintu kamarnya, Minggu (08/05) kemarin berawal dari rekannya Samsul (26) yang ingin mengambil sarung dan peci di lantai dua Kantor Perusahaan Otobus (PO) Gunung Harta di Jalan Diponegoro 53, Denpasar, Bali.

Di kantor tersebut, korban tinggal bersama dua rekannya, yaitu Samsul (26) dan Alan Budi Kusuma (19). Korban menggantungkan dirinya dengan selendang berwarna biru yang dikaitkan pada lubang ventilasi pintu kamarnya.

Kedua kakinya tertekuk menyilang, dengan menggunakan kaos berwarna abu-abu bertuliskan ‘American Harley Davidson’, celana pendek dan arloji merek Chrono Alarm di pergelangan tangan kirinya.

“Kaget sekali, shock. Setelah melihat dia gantung diri saya lalu bangunin teman saya yang kamarnya di lantai dua juga. Karena agak kaget dan takut kita langsung keluar kantor dan lapor ke tuan rumah yang tinggal di belakang. Tuan rumah kemudian melaporkan kejadian ini ke polisi,” jelas Samsul kepada Tim Identifikasi dari Polresta Denpasar yang datang.

Sekitar tiga jam sebelumnya, rekannya Alan sempat melihat korban duduk di kamar sendirian. Rekannya yang lain, Sulhadi (30) pun mengaku melihat korban mondar-mandir di kantor lantai satu dini hari sekitar pukul 03.30 WITA.

“Subuh-subuh sempat saya lihat dia di lantai satu. Lagi mondar-mandir seperti orang kebingungan. Sempat saya saranin untuk tidur bareng di lantai satu karena udah larut, tapi katanya mau tidur di kamarnya saja,” jelasnya, seperti dikutip dari Tribun Bali.

Beberapa belakangan ini, Sulhadi menemukan korban mendadak sering menyendiri. Meski di kamar, ia juga tidak ingin diganggu dan ditemani. (tri/nei)