Ilustrasi Pontoon ©e-kuta.com

Wakil Bupati Klungkung, Made Kasta, Kamis (18/02) meninjau keberadaan bebeberapa pontoon atau infrastruktur terapung yang ada di wilayah Nusa Penida, Klungkung, Bali.

Pontoon yang didatangi di antaranya Semayaone, Funtasea, Sugriwa, Honeymoon Beach Club, D Nusa, Dream Walk, Marine Walk, Equator, dan Crystal Ocean 7.

Berdasar pemantauan lapangan, diketahui bahwa di beberapa lokasi, pontoon yang digunakan untuk kegiatan wisata bahari tersebut melanggar zonasi yang diatur dalam KPP Nusa Penida.

Tak tanggung-tanggung,seperti dilansir tribunnews.com, ia langsung memanggil para pemilik pontoon tersebut untuk diberikan pengertian.

Mereka diberikan pengarahan tentang larangan pendirian pontoon di atas zona yang telah diatur dalam KPP Nusa Penida. Ia mengatakan bahwa hal ini sangat membahayakan bagi ekosistem terumbu karang yang ada di bawahnya.

Ia mengatakan seharusnya para pemilik pontoon ikut menjaga kelestarian ekosistem terumbu karang agar tidak terjadi kerusakan yang lebih parah.

“Kita wajib jaga dan direhabilitasi terumbu karang ini. Jadi, penempatan pontoon harus dilakukan sesuai koridor atau aturan-aturan yang telah ditentukan dari pihak KKP Nusa Penida,” pungkasnya. (trn/fal)