Teror bom © www.aktual.com

Penetapan status Siaga 1 Bali pasca serangan teroris di Jalan Thamrin Jakarta, 14 Januari 2016 lalu telah berangsung selama enam minggu. Hingga kini, Polda Bali menyatakan bahwa kondisi Bali masih tergolong kondusif.

“Sampai saat ini masih kondusif. Kita lihat kehidupan masyarakat juga masih seperti biasa. Kemudian juga tingkat kunjungan tinggi. Bahkan untuk penginapan dan sebagainya untuk bulan-bulan ini. Mudah-mudahan seterusnya akan demikian wilayah Bali,” ungkap Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hery Wiyanto, Jumat (19/02).

Kondisi yang kondusif tersebut, kata Hery, dapat dibuktikan dengan jumlah kunjungan wisatawan Bali yang mash tinggi.

Hery menambahkan, penerapan siaga 1 ini masih terus dilaksanakan, karena datangnya ancaman terorisme tidak dapat diprediksi. Sehingga kepolisian masih tetap meningkatkan keamanan.

“Kami masih tetap melakukan pengamanan itu, peningkatan. Kami belum mengendurkan itu semua. Karena itu mengenai target, mengetahui tempat-tempat yang menjadi sasaran. Tetapi kami tidak bisa menentukan kapan. Oleh sebab itulah upaya-upaya untuk mempersempit waktu. Masih siaga ya untuk meningkatkan kewaspadaan kita,” terangnya, seperti dikutip Tribun Bali.

Komandan Korem (Danrem) 163/Wirasatya, Kolonel (Inf) I Nyoman Cantiasa juga mengungkapkan dukungannya untuk terus bersiaga terhadap ancaman terorisme yang mungkin datang.

Ia telah melakukan pengamanan di beberapa pintu masuk ke Pulau Bali, seperti Padang Bai, Gilimanuk, dan Benoa. Keamanan yang ketat pun diterapakan berupa sweeping dan pendataan kegiatan-kegiatan yang ada di masyarakat.

Cantiasa menambahkan, keamanan Bali tidak hanya menjadi tanggung jawab Polri dan TNI saja, namun seluruh komponen masyarakat yang ada di Pulau Dewata.

“Dari dalam sendiri kita bangun soliditas kita ini, aparat keamanan, masyarakat, aparat pemerintahan, itu harus sinergi. Bagaimana kita menjaga Bali ini tetap ajeg, bagaimana kita menjaga Bali ini tetap shanti begitu ya,” tandasnya. (tri/nei)