Kombes Pol Hery Wiyanto ©dipabali.com

Terkait modus teror baru yang akhir-akhir ini ramai diberitakan, Kepolisian Indonesia menyatakan siaga penuh. Modus teror yang dimaksud adalah menggunakan bahan kimia sianida.

Instruksi langsung disampaikan Mabes Polri kepada seluruh Polda untuk mengantisipasi penyebaran teror melalui bahan kimia beracun ini.

Menindaklanjuti instruksi langsung ini, Polda Bali mengambil langkah preventif dengan cara melakukan pendataan terhadap toko-toko obat dan apotek di seluruh Bali.

Nantinya, transaksi sianida harus melalui prosedur pencatatan identitas pembeli. Akan diketahui identitas dan tempat tinggal pembeli, serta untuk keperluan apa ia membeli sianida.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hery Wiyanto, seperti dilansir dipabali.com, mengatakan bahwa hal ini dilakukan untuk memudahkan pengontrolan terhadap aksi teror yang dapat sewaktu-waktu terjadi.

“Kita wajib mengetahui siapa yang membeli, identitas harus lengkap, mereka membelinya untuk keperluan apa, tinggal dimana. Seluruh identitas itu harus diketahui oleh petugas apotik. Bila terjadi apa-apa akan lebih mudah melakukan kontrol dan sebagainya,” ujarnya.

Selain upaya tersebut, Polda Bali juga memberikan himbauan langsung kepada anggotanya untuk lebih berhati-hati apabila menerima makanan maupun minuman dari orang tidak dikenal.

Jika diperlukan, mereka harus menanyakan dari mana makanan tersebut berasal. Hal ini untuk mencegah kejadian fatal akibat penyalahgunaan penggunaan sianida. (dpb/fal)