Persotab © www.mediaindonesia.com

Ketua Persatuan Sopir Transportasi Bali (PERSOTAB) Ketut Witra ungkapkan kritiknya terhadap rapat sepihak yang digelar DPRD Bali, terkait persoalan angkutan transportasi Grab Car dan Uber Taksi yang masih dibiarkan beroperasi liar di Bali.

Ia meminta dewan selaku wakil rakyat menggelar rapat untuk kedua belah pihak agar aspirasi masyarakat ini didengar secara menyeluruh. Witra bersama ribuan sopir mengaku tidak akan mau kalau hanya diundang rapat sepihak, karena pihaknya ingin ‘buka-bukaan’ dengan persoalan angkutan transportasi Grab Car dan Uber Taksi.

“Kita harapkan diadakan rapat kedua belah pihak. Kenapa Pak Tamba tidak terbuka undang semua baik yang pro dan kontra. Saya yang menerima mandat para sopir hanya mau diundang jika kedua belah pihak diundang. Yang diundang kok hanya pendukung Grab saja,” tegas Witra.

Bahkan pihaknya juga menantang DPRD Bali untuk beradu argumentasi terkait angkutan transportasi berbasis aplikasi impor tersebut.

“Kita siap beradu pendapat dengan DPRD supaya jelas dan semua indikasi yang bermain supaya kelihatan. Karena saya tidak memikirkan perut sendiri tapi bagaimana Bali nantinya,” jelasnya, seperti dikutip Berita Bali.

Sekretaris PERSOTAB, Nyoman Kantun Murjana pun mengungkapkan waktu pertemuan pertama di Dishub pihaknya tidak pernah diundang. Malahan, pihaknya yang lebih dulu mengundang Dishub. Hal ini dibuktikannya dengan membawa membawa surat undangan untuk menyampaikan aspirasi di DPRD Bali.

“Waktu itu baru saya dikasi tahu diundang. Waktunya juga bersamaan dengan kita menyampaikan aspirasi. Kita harapkan Pak Adi (Ketua DPRD Bali) tetap konsisten dan tegas dengan janjinya agar Grab dan Uber tidak ada lagi di Bali dengan berkordinasi Pak Gubernur Pastika,” tutupnya.

(ber/nei)