Apresiasi tinggi patut diberikan kepada suporter setia Bali United Pusam, Semeton Dewata. Hal ini karena para semeton Dewata bisa memberika kenyamana terhadap suporter tim lain. Suasana bersahabat tersebut ditunjukan saat ribuan Aremania dengan leluasa bernyanyi bersama Semeton Dewata.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh CEO Bali United Pusam, Yabes Tanuri, seperti dilansir dari jpnn.com. Menurut Yabes tuan rumah Bali United tetap memperlakukan tamuya seperti ‘raja’. Bebas bernyanyi, bebas membawa bendera, tidak dikawal ketat dan semua berakhir damai walaupun tim lawan menang.

” Karena masyarakat Bali dan suporter Bali bersaudara dengan siapapun, dan mereka ramah terhadap tamu,” ujarnya.

Hal Itulah menyebabkan mengapa perusahaan ban Achilles dan Corsa ingin memiliki tim sepak bola di Bali. Selain berpotensi untuk terus meningkatkan potensi industri, karakter manusia di Bali juga sangat ramah.

” Karena mungkin latarbelakang-nya tempat wisata, jadi sudah sangat terbiasa dengan kedatangan tamu,” kata pria yang baru saja melepas masa lajangnya itu.

Yabes menambahkan dalam pertandingan Bali United kontra Arema Cronus, pihak panpel Bali United memberikan jatah tiket untuk kurang lebih 10.000 Aremania. Pihak panpel menempatkan Aremania di tribun Utara dan VIP Selatan.

 ”Kami hanya ingin semua merasa nyaman dan merdeka dalam menyaksikan sepak bola, karena memang sudah seharusnya sepak bola sesungguhnya sudah harus hadir di Indonesia, yakni nyaman menyaksikan, muncul adrenalin saat menonton, dan tetap happy dengan hasil apapun,” tutup Yabes. (jpnn/end)