Peraturan Harus Jelas, Bedakan Mobil Tua Koleksi dan Tidak Layak Pakai balitoday

Rancangan perda LLAJ yang akan diterapkan Pemprov Bali megundang pro kontra dari publik. Terutama dari para pecinta otomotif dan kolektor mobil tua. Salah satunya adalah Branch Manager Agung Toyota Denpasar, Himawan Wahyu Wardhana.

Menurutnya, meski tujuan pembentukan perda ini adalah untuk dapat meningkatan kesejahteraaan masyarakat dalam berkendara, tetap saja penting mengklasifikasikan pembatasan usia mobil.

Hal ini untuk menghindari polemik di masyarakat terkait pembatasan usia mobil yang akan dihancurkan. Termasuk juga dengan apa definisi sebenarnya dari mobil tua. Mobil tua yang bagaimana yang dimaksud dalam rancangan perda tersebut.

“Kalau memang pembatasannya terhadap mobil tua yang tidak layak pakai, saya rasa regulasi ini cukup bagus. Tetapi kalau mobil tua yang dikoleksi kan rasanya beda konteks,” terangnya, Selasa (24/05).

Ia berharap, pengatur kebijakan dapat membedakan antara mobil tua yang memang menjadi koleksi dengan mobil yang memang tuda dan sudah tidak layak pakai.

“Saya rasa mobil tua yang unik tidak akan ditinggalkan oleh kolektor, makanya ini yang mungkin perlu diperjelas klasifikasinya,” tuturnya, seperti dikutip dari Tribun Bali.

Untuk wilayah Jawa Timur, perda LLAJ ini hadir dengan nama Perda Transportasi Berkeselamatan. Sementara DKI Jakarta, ada pembatasan usia kendaraan khusus taksi bandara. (tri/nei)