BALITODAY.NET – Peneliti dari Universitas Bristol Inggris ungkapkan penyebab terjadinya letusan Gunung Agung yang terjadi pada November 2017 lalu.

Dalam hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communication tersebut, peneliti menyatakan ada sistem pipa vulkanik yang terhubung antara Gunung Agung dan Gunung Batur.

Sebagaimana diketahui, jarak kedua gunung tersebut bisa dibilang berdekatan. Masyarakat kita juga sering menyebut Gunung Batur sebagai ibu dari Gunung Agung.

[irp]

“Studi kami memberikan bukti geofisika pertama bahwa Gunung Agung dan Gunung Batur mungkin memiliki sistem pipa vulkanik yang terhubung,” ujar ketua tim peneliti dari Fakultas Ilmu Kebumian Universitas Bristol, Dr. Juliet Biggs dilansir dari Nature Communication Universitas Bristol melalui Detik.com (15/2/2019).

Bukti tentang adanya sistem pipa ini sebelumnya dikaji dari aktivitas letusan simultan Gunung Agung tahun 1963 yang kemudian diikuti oleh letusan-letusan kecil di Gunung Batur. Berangkat dari kejadian tersebut kemudian peneliti memanfaatkan citra satelit Sentinel-1 milik European Space Agency (ESA).

Citra ssatelit tersebut kemudian digunakan untuk memantau deformasi (perubahan bentuk) tanah di Gunung Agung. Caranya yaitu dengan menggunakan indikator magma yang bergerak di bawah gunung berapi.

[irp]

“Yang mengejutkan adalah kami memperhatikan bahwa baik aktivitas gempa dan sinyal deformasi tanah terletak lima kilometer dari puncak, yang berarti bahwa magma bergerak ke samping serta vertikal ke atas,” ungkapnya.

Hasil penelitian ini pada akhirnya tidak hanya untuk menemukan penjelasan tentang terjadinya letusan Gunung Agung tetapi juga dapat digunakan sebagai acuan prediksi letusan gunung api lainnya. (AL)