Telkom Indonesia ©wikipedia.org

Terkait banyaknya laporan keluhan dari sejumlah besar konsumen PT Telkom, Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) menghimbau pihak Telkom agar segera membenahi infrastruktur mereka.

Direktur Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Bali, I Putu Armaya.SH, menambahkan bahwa secara hukum, konsumen dapat menggugat secara class action kepada pihak Telkom apabila pelayanan yang kurang baik tetap terjadi.

“Jika pihak pelaku usaha tidak mampu memberikan layanan berupa informasi yang benar jelas dan jujur sejak konsumen membeli layanan, pelaku usaha sudah dapat dikategorikan melanggar hak-hak konsumen. Sanksinya bisa dipidana penjara 5 tahun dan denda 2 milyar sesuai UUPK,” ancamnya.

Seperti dilansir tribunnews.com, ia menambahkan bahwa selama ini PT Telkom di Bali mendapatkan sekitar 20 pengaduan setiap minggunya, dengan sebagian besar aduan adalah tentang produk Telkom Indihome yang bermasalah.

Selain itu, aduan juga banyak berisi tentang saluran telepon yang sering mati dan tidak tersambung.

Menanggapi keluhan tersebut, PT Telkom tidak memberikan pelayanan yang seharusnya, melainkan berbelit-belit memberikan solusi kepada konsumen.

“Sejak konsumen berlangganan Indihome konsumen hanya menerima layanan maksimal hanya 2 sampai 3 bulan, setelah itu layanan sangat mengecewakan konsumen. Layanan internetnya kini tidak bagus termasuk jaringan TV juga bermasalah. Padahal konsumen membayar kisaran Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribuan setiap bulannya, tapi pelayanan mengecewakan,” ujar Putu. (trn/fal)