© www.cirebonkota.go.id

Seorang Pegawai Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali cabang Tabanan, Wayan Sukarja Sastrawan diamankan Kejaksaan Tinggi Bali karena diduga membawa kabur uang nasabahnya senilai Rp1,7 miliar.

“Hari ini kita tahan karena hasil penyelidikan dan penyidikan yang bersangkutan dinilai telah memenuhi unsur tindak pidana korupsi,” terang Asisten Pidana Khusus (Aspidum) Kejaksaan Tinggi Bali Erna Normawati Widodo Putri di Kantor Kejati Bali, Rabu (24/02).

Tersangka berhasil menghapus sistem komputerisasi data tabungan nasabah atas nama Haji Tohir dan istrinya di BPD Tabanan. Keduanya telah mendepositokan uang senilai Rp1,7 miliar dengan rincian dana Rp1 miliar untuk Haji Tohir dan Rp700 juta untuk isterinya.

“Uang tersebut telah dipakai tersangka untuk kepentingan pribadi baik untuk mobil maupun rumah,” imbuhnya seperti dikutip Suara Dewata.

Tersangka telah terbukti mengambil uang nasabah, memalsukan tabungan dan billyet dari BPD Tabanan yang seharusnya uang tersebut masuk dalam deposito BPD Tabanan.

“Setelah kami mengekspose dan ekspose terakhir sekitar tiga minggu yang lalu maka seluruh tim sepakat untuk menetapkan Wayan Sukarja Sastrawan sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi dan bukan kejahatan perbankan,” tandasnya.

Tersangka dikenakan pasal 8 dan atau pasal 9 junto pasal 20 UU No 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. Jika terbukti oknum PNS maupun non PNS menggelapkan uang dengan sengaja atau memalsukan dokumen atau buku yang merugikan orang lain demi kepentingan pribadi akan dikenakan hukuman minimal tiga tahun maksimal 15 tahun atau denda sebanyak Rp150 juta. (sua/nei)