Bali perlu pemerataan wisatawan. Sejauh ini wisatawan di Bali masih ‘menumpuk’ di selatan. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana di saat Peluncuran Bali Buleleng Dive Festival (BBDF) di Jakarta, Kamis (15/10). 

Salah satu kendalanya, lanjutnya, adalah akses. Ia menerangkan untuk mencapai Buleleng misalnya hanya bisa melalui jalur darat dari Bandara Ngurah Rai, sebagai pintu masuk jalur udara ke Pulau Bali. Itu pun memakan waktu hingga tiga jam. Buleleng sendiri berada di kawasan utara Bali. 

“Masalah kami masih perihal aksesibilitas, perlu tiga jam jalur darat untuk tiba ke sini,” terangnya, seperti dilansir dari kompas.com.

Dalam sambutannya Agus berharap agar diadakan pembangunan jalur lintas cepat (tol) dan bandara. Hal ini tak hanya untuk memudahkan akses ke Bali bagian utara tetapi juga membantu operasional Bandara Ngurah Rai. 

Menurut Putu, jika wisatawan Bali yang terus meningkat tidak disebar ke utara maka destinasi wisata di selatan bisa rusak dan kotor. 

“Kita juga perlu tingkatkan kualitas selain kuantitas, karena kalau hanya kuantitas, nanti kualitas bisa rusak,” jelasnya. (kom/end)