Proses penjemuran kerupuk © tribunnews.com

Akibat hujan yang terus menerus turun pada beberapa waktu terakhir, produksi kerupuk oleh industri di Banyuwangi, Jawa Timur, merosot tajam hingga 60%.

Akibatnya, pasokan kerupuk ke beberapa daerah, utamanya Bali sebagai tujuan utama, terhambat sejak dua minggu terakhir.

Merosotnya produksi kerupuk ini dibenarkan oleh Sulaikanah, pemilik industri kerupuk di Kelurahan Giri, Banyuwangi pada Kamis (25/02).

Seperti dilansir balipost.com, ia menyatakan bahwa dalam kondisi cuaca normal, ia dan 30 karyawannya dapat memroduksi hingga 1,2 ton kerupuk mentah.

Namun karena hujan yang turun terus menerus, produksi kerupuk kini hanya mencapai 400 kilogram.

“Produksi kita kurangi hingga 60 persen. Ini berdampak pada pengiriman kerupuk ke luar daerah,” ujar Sulaikanah.

Ia menambahkan bahwa selama ini permintaan kerupuk sangatlah tinggi, terutama dari Malang dan Bali. Namun, ia mengaku bahwa permintaan Bali merupakan yang terbanyak, dan jumlahnya selalu naik.

Pada cuaca normal, ia dapat mengirim kerupuk sebanyak dua kali dalam seminggu, dengan jumlah sebanyak 4-5 ton sekali kirim.

Namun, akhir-akhir ini hanya dapat mengirim sebulan sekali. Bahkan untuk sekedar melayani pasar lokal, ia mengaku cukup kewalahan. (blp/fal)