© www.indratravelholic.com

Sambut Hari Raya Nyepi di Pulau Dewata, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali akn mengerahkan petugas siaga selama 24 jam penuh di hari tersebut. Hal ini dikonfirmasi oleh Kepala Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah IV, Bali dan Nusa Tenggara, Yusfandri Gona.

Menurut Yusfandri, meskipun di Hari Nyepi bandara akan tutup, namun pihak keamanan akan selalu disiagakan di bandara internasioanal tersebut. Petugas nantinya akan dibagi menjadi tiga shift.

“Sebab setidaknya ada ratusan penerbangan per hari. Jika ada divert atau hal lainnya insiden penerbangan, bandara internasional harus siap melayani secara maksimal. Jadi petugas harus siaga tiga shift selama 24 jam,” jelasnya.

Petgas yang disiagakan nantinya terdiri dari petugas Air Navigation (AirNav), petugas keamanan dan Avsec, petugas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan Dan Pemadam Kebakaran (PKPPK), dan petugas Ground Handling.

“Para petugas siaga di dalam bandara untuk antisipasi penerbangan divert. Ya meski sejak saya menjabat belum pernah ada divert saat Hari Raya Nyepi. Tapi kita tetap siagakan,” imbuhnya, seperti dikutip Tribun Bali.

Pemberhentian aktivitas Bandara Ngurah Rai nanti akan dimulai sejak Selasa (08/03) pukul 22.00 UTC sampai Rabu (09/03) pukul 22.00 UTC. Mengenai jadwal penutupan tersebut, ia menegaskan seluruh maskapai penerbangan telah dinformasikan.

Pnyiagaan bandara juga ditegaskan oleh General Manager Angkasa Pura I Airport Internasional I Gusti Ngurah Rai, Trikora Harjo. Meskipun nantinya bandara akan tutup, petugastetap akan siaga kapan saja jika ada kondisi darurat penerbangan.

“Kami sebagai operator pelaksana penerbangan akan melakukan tugas secara profesional. Seluruh lampu dan suara akan dipadamkan,” tandasnya. (tri/nei)