BALITODAY.NET Siapa bilang wilayah-wilayah di Indonesia mesti melulu kotor dan jorok. Jika kamu masih ingat, Indonesia pernah mendapat predikat gelar tiga desa terbersih di dunia lho Zens. Bersamaan dengan Desa Giethoorn di Belanda dan Desa Mawlynnong di India.

Sejak saat itu desa yang Berlokasi di Jalan Rambutan Bali, Bangli, ini gak pernah sepi dari pengunjung. Sebagai informasi, awalnya Penglipuran merupakan desa konservasi yang ditetapkan pada 1980.

Orang Penglipuran punya keinginan melestarikan dan mengembangkan budaya namun tetap menerima pengaruh modern. Hingga kini penduduknya masih melestarikan kebudayaannya.

Baca Juga: Kalahkan Singapura dan Korea, Waterpark Terbaik se-Asia Ada di Bali

Seiring berjalannya waktu, pada 2013 Desa Penglipuran Bali diangkat menjadi desa wisata yang terbuka bagi siapa pun yang ingin berkunjung. Bahkan warga setempat mengelolanya dengan semakin baik.

Muncul spot-spot menarik untuk berfoto

Ada beberapa spot menarik yang bisa dikunjungi wisatawan saat berada di desa wisata ini, atara lain bamboo forest, yaitu hutan bambu seluas 45 hektar. Hutan ini menjadi pelindung desa karena difungsikan sebagai kawasan resapan air.

Tempat lainnya adalah Karang Memadu, yaitu kawasan yang hanya difungsikan sebagai tempat tinggal pelaku poligami. Desa Adat penglipuran melarang poligami, dengan alasan pemberdayaan perempuan. Jika ada yang melanggar aturan ini, maka akan dikucilkan dan dipaksa tinggal di kawasan Karang Memadu sebagai hukuman.

Baca Juga: Undang Gelak Tawa, Bu Risma Keluarkan Jurus “Sepatu Terbang” di Lapangan Ini

Sedangkan pura yang ada di bagian utara Desa Penglipuran ini kerap menjadi spot selfie wisatawan yang berkunjung. Tak hanya itu, wisatawan juga bisa mampir ke dalam rumah-rumah warga, dan membeli pernak-pernak khas Bali yang dijajakan di dalam rumah.

Dibuka setiap hari, untuk masuk ke kawasan Desa Wisata Penglipuran tiap wisatawan hanya perlu merogoh kocek Rp 15 ribu untuk dewasa, dan Rp 10 ribu untuk anak-anak. Sementara untuk wisatawan mancanegara, Rp 30 ribu wisman dewasa, dan Rp 25 ribu untuk anak-anak.


Penulis: Ilham Musyafa
Editor: Ilham Musyafa