Seorang warga Kelurahan Jimbaran, I Wayan Teblung mengaku jika rumah yang ditempatinya terisolir. Rumah Wayan terisolir karena diblokir investor proyek hotel yang ada di dekatnya. Rumah ini berada di jalan menuju Hotel Ayana, Jimbaran. Hal ini membuat Wayan harus melompati sebuah pagar jika ingin keluar masuk rumahnya.

Menanggapinya, Lurah Jimbaran, Ketut Rimbawan mengaku telah mengetahui persoalan ini. Ketut mengaku pernah menyarankan investor untuk membuka akses (pagar). Saran ini diberikan dengan bahan pertimbangan kemanusiaan.

Seperti yang dilansir posbali.com, Ketut juga telah mengambil langkah mediasi terkait masalah warga ini. “Setidaknya kami telah melakukan proses mediasi dengan pihak investor (pengembang proyek) sebanyak tiga kali,” kata Ketut.

Dirinya juga mengatakan jika ada dua opsi dari proses mediasi yang telah dilakukan. Yang pertama adalah soal ganti rugi namun masih belum mencapai kesepakatan hingga kini. Dan opsi kedua adalah melakukan proses hukum. Ketut juga menyatakan siap jika proses mediasi kembali dilakukan agar permasalahan cepat selesai. (pbl/fif)