© bali.tribunnews.com

Kematian Ketut Teja (49), seorang kontraktor yang tinggal di Jalan Trijata II Gang 1A, No 2 Denpasar menyisakan tanda tanya. Pasalnya ia ditemukan tewas dalam keadaaan tubuh mengeluarkan darah dari hidung dan mulut.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan luar di Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, Denpasar, Bali pada Minggu (27/03) sore, ditemukan tanda-tanda mati lemas pada korban sebelum meninggal dunia.

“Tanda mati lemas yang ditemukan seperti pelebaran pembuluh darah pada mata dan ada titik pendarahan pada bola matanya,” jelas Kepala Bagian SMF Instalasi Kedokteran Forensik, dr Ida Bagus Putu Ali lt di Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Senin (28/03).

Dari tubuh korban ditemukan warna kebiruan pada jaringan di bawah kuku tangannya. Hal tersebut menjadi salah satu tanda bahwa korban telah mengalami lemas sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir.

Mati lemas juga menjadi tanda-tanda kematian karena adanya penyakit yang diderita korban.

“Kalau dari jenazah ini diduga karena penyakit,” ungkapnya seperti dikutip dari Tribun Bali.

Namun, terdapat juga beberapa luka memar pada bibir atas yang dapat disebabkan karena jatuh dan benda tumpul. (tri/nei)