© beritadaerah.co.id

Konsumen SPBU Renon Denpasar dibuat kesal dengan antrian panjang hingga mengular keluar SPBU. Bukan karena padatnya, namun adanya pembelian bahan bakah minyak (BBM) dengan menggunakan drum oleh oknum tertentu membuatnya semakin lama.

Panjangnya antrian membuat kemacetan di area SPBU. Hal ini sangat dikeluhkan para konsumen. Apalagi pembelian BBM dengan drum seolah didukung pihak SPBU yang terletak tepat di depan Kantor BNI Renon tersebut.

“Kejadianya berlangsung dari jam 08.30 WITA, permasalahanya ini jam padat konsumen, sehingga rawan menimbulkan kemacetan” ujar salah seorang PNS Pemprov Bali, Lanang Aryawan pada Jumat (12/02).

Lanang menyebutkan, beberapa oknum pembeli BBM dengan drum membawa jerigen berukuran besar yang diangkut dengan mobil bak terbuka dengan nomor polisi DK 9777 BT. Dengan begitu, tentu antrian akan semakin lama.

Ditambah lagi, menurut Lanang para oknum pembeli BBM tersebut melakukan sendiri pengisian BBM tanpa dibantu oleh petugas. Hal ini tentu tak sesuai dengan peraturan Pertamina, yang menyebutkan, pengisian BBM di SPBU harus dilakukan oleh operator SPBU yang berseragam.

“Tidak dibenarkan selain operator yang berseragam merah atau hitam yang memegang selang nozel,” ungkap Lanang Aryawan kepada Berita Bali.

Ia meminta ada tindakan tegas dari pihak Pertamina terhadap kejadian yang mengesalkan konsumen tersebut. Harus ada sanki tegas kepada petugas SPBU yang nakal, karena masyarakat akan dirugikan. (ber/nei)