Ketahuan Tidak Punya SIM, Pelajar Dihukum Nyanyi Indonesia Raya Pake Megaphone balitoday

Dalam rangka Operasi Patuh 2016, ratusan petugas kepolisian Kabupaten Gianyar, Bali menggelar razia besar-besaran terhadap pengendara yang melintas di Jalan Raya Batubulan, Gianyar.

Dalam razia ini, para pengendara digiring masuk ke dalam area Terminal Batubulan. Seluruh kendaraan diperiksa  kelengkapan surat-surat kendaraan, helm, dan atribut kendaraan lainnya.

Kurang beruntung, Wayan Andika (17) seorang pelajar asal Singapadu, Gianyar terjaring razia. Ia diketahui tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) saat diperiksa petugas.

Sebagai hukuman, dua petugas polisi meminta Wayan Andika untuk bernyanyi lagu kebangsaan Indonesia, yaitu Indonesia Raya. Ia menyanyikannya dengan menggunakan megaphone (pengeras suara).

Tindakan Wayan Andika ini pun menjadi ramai ditonton warga. Namun ia berhasil menyelesaikan hukumannya dengan lancar. Petugas juga memintanya untuk menyebutkan sila-sila dari Pancasila, dari satu hingga lima.

Saat ditanyai mengapa belum memiliki SIM, ia mengaku belum sempat mengajukan permohonan membuat SIM di kantor kepolisian setempat, padahal umurnya sdah mencukupi.

“Bukan lupa bawa SIM, tapi memang belum punya. Belum sempat ngurus SIM. Padahal usia saya sudah mencukupi syarat untuk mempunyai SIM,” ujar Andika kepada Tribun Bali. (tri/nei)