BALITODAY.NET – Lagi-lagi, Bali menunjukkan eksitensinya di kancah Internasional. Kali ini, prestasi datang dari Denpasar yang merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang menempati posisi 10 besar kota tersehat di dunia!

Dalam survei yang dilakukan oleh Travel Supermarket ini, Denpasar menempati peringkat ke-9 mengalahkan Buenos Aires (Argentina), Copenhagen (Denmark), dan Milan (Italia). Bahkan kota-kota besar di Amerika Serikat seperti Washington DC, New York, dan Las Vegas mampu diklahkan oleh kota berjuluk Parijs Van Bally ini.

[irp]

Total ada delapan aspek dalam penilaian kota tersehat ini yaitu spa, gym and fitness centres, yoga and pilate centres, health food shops, vegan option restaurants, parks (green space), average sunlight hours, dan cost of night stay.

Dari beberapa aspek tersebut, Bali memang terlihat unggul seperti di rata-rata sinar matahari per hari karena Bali memang terletak di daerah tropis yang cukup dekat dengan khatulistiwa.

Kemudian di aspek spa bahkan Bali sempat mendapat penghargaan karena racikan bahan spa tradisionalnya sangat diakui dunia. Selanjutnya dalam green space hal ini juga didukung oleh kondisi alam Bali yang begitu memesona.

Sebagai rinciannya, Denpasar dan Bali memiliki lebih dari 118 spa terbaik, 9 fasilitas gym and fitness centres, dan 14 lokasi yoga and pillates centres berkualitas. Tidak hanya itu, untuk Denpasar juga memiliki 1.123 vegan option restaurants, empat ruang terbuka hijau, dan cost of night stay rata-rata seharga Rp 452.565 per malam.

Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Rizki Handayani Mustafa menyatakan bahwa ini adalah sesuatu yang membanggakan. Ia menyatakan bahwa data yang digunakan oleh Travel Supermarket pasti memiliki kapabilitas tinggi.

[irp]

Hal ini tentunya sangat mendukung bagi pariwisata Bali kedepannya. Yang mana peluang Bali mendatangkan wisatawan khususnya wisatawan mancanegara akan semakin besar.

“Pengakuan healthiest cities memiliki nilai penting bagi Denpasar dan Bali secara menyeluruh. Sebab, hal ini menegaskan status Bali sebagai kota ternyaman,” pungkas Rizki dilansir dari Kompas.com (14/1/2019). (AL)