Tersengat Listrik, Petugas Kabel Jatuh Dari Ketinggian Delapan Meter balitoday
© www.suaragebrak.com

Somasi telah dilayangkan pihak Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali kepada Direktur Utama (Dirut) PLN, Sofyan Basir terkait batas waktu pemasangan kabel Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 Kv melintasi pemukiman warga.

Waktu yang telah diberikan kepada pihak PLN untuk memindahkan kabel SUTT tersebut telah mencapai batas maksimal.

Pada tanggal 27 Februari 2015 lalu, Sofyan Basir telah menandatangani langsung berita acara pertemuan di Kantor Bupati Buleleng untuk menyetujui pemasangan kabel SUTT hanya selama setahun. Setelah itu, kabel akan dipindahkan.

Hingga kini, belum ada tanda-tanda PLN memenuhi perjanjian tersebut. LBH pun berani melayangkan somasi kepada PLN untuk mengingatkan batas waktu pemasangan kabel sudah berakhir. Sehingga harus ada tindakan segera dari PLN untuk memindahkan kabel SUTT tersebut.

Saat dimintai keterangan, Direktur LBH Bali, Dewa Putu Adnyana menyatakan pelayangan somasi tersebut merupakan memperingaan bagi pihak PLN agar segera menggeser kabel SUTT.

“Sudah kita layangkan kemarin dan sekarang kita ampai. Artinya dari somasi kita tunggu respon dari PLN mau mediasi atau bagaimana, tentu ada dialog nanti, tapi ujung dari somasi ini adalah gugatan, itu endingnya,” ujar Adnyana, Kamis (3/3/2016), kepada Tribun Bali.

Ada juga tuntutan warga terkait pengusutan kembali dugaan korupsi pemasangan kabel SUTT kepada polisi.

“Kita tetap tindaklanjuti berdasarkan aduan, kita ingatkan pihak berwajib untuk mengawasi proses pemasnagan kabel SUTT kemarin,” tandasnya. (tri/nei)