© www.spdi.eu

Jembatan penghubung Desa Unggahan dengan Desa Ularan di wilayah Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng saat ini tengah rusak. Jembatan ini baru berumur sebulan dengan biaya APBD sebesar Rp1,5 miliar.

Berita ini dikonfirmasi oleh Camat Seririt, Nyoman Riang Pustaka, bahwa memang ada kerusakan pada jembatan yang menjadi proyek CV Kabi Karya Permai tersebut. Pihaknya juga telah melapor kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemerintahan Kabupaten Buleleng.

“Kerusakan sudah sejak hari Minggu (24/1) lalu. Dan sudah dilaporkan kepada pihak Dinas PU Kabupaten Buleleng. Katanya mau di gali dan di timbun ulang karena kemungkinan tidak bagus padatnya sewaktu dikerjakan,” ungkap Riang Pustaka, Jumat (5/2), seperti dikutip Suara Dewata.

Penyebab kerusakan ini diduga akibat intensitas turun hujan yang tinggi. Jembatan tersebut amblas pada sisi barat yang kerusakannya kisaran panjang 10 meter dengan lebar area keretakan hampir mencapai dua meter.

Satu ruas jalan dari jembatan sepanjang 16 meter tersebut kini sudah tidak bisa dilewati dan hanya ruas sisanya yang sementara digunakan oleh para pengemudi kendaraan bermotor. Selain amblas, keretakan yang terjadi pun sudah cukup dekat dengan salah satu tiang pancang jembatan.

Megaku telah mendengar kerusakan tersebut, Kepala Dinas PU Kabupaten Buleleng, I Nyoman Gede Suryawan menyatakan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan pihak CV. Kabi Karya Permai. Pasalnya kerusakan ini masih menjadi tanggungjawab kontraktor tersebut.

Kerusakan akan dikerjakan secepatnya untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Material pun telah dimasukkan sejak Kamis kemarin (4/2). Bagian yang ambas pun sudah dibongkar  untuk di timbun kembali dengan tanah.

Suryawan menambahkan, ia akan memberikan jaminan keamanan untuk setiap kendaraan yang melintas di jembatan tersebut saat kondisinya yang tengah rusak.

(sua/nei)