© beritatangerang.net

Jelang perayaan Hari Nyepi tahun Caka 1938 pada Rabu (09/03) mendatang, patroli digelar oleh Satuan Sabhara Polres Buleleng. Yang diincar adalah masyarakat yang memiliki meriam bambu dan minuman beralkohol (mikol).

Kebenaran patroli tersebut dikonfirmasi oleh Kasat Sabhara Polres Buleleng, AKP I Wayan Parta. Ia menyatakan patroli tersebut digelar untuk mengamankan perayaan nyepi agar berlangsung lancar dan khidmat.

Dengan berjalan kaki dan ada juga yang menggunakan kendaraan bermotor, petugas berpatroli dengan mendatangi rumah-rumah penduduk. Terutama bagi penduduk yang betempat tinggal di rumah-rumah indekos.

Selain memeriksa identitas mereka, petugas juga memeriksa barang-barang yang mereka miliki, termasuk kendaraan bermotor. Begitu juga dengan kepemilikan barang-barang berbahaya, seperti senjata tajam, mikol, handak maupun kompor gas.

“Volume patroli maupun razia kendaraan bermotor memang kami tingkatkan menjelang hari raya Nyepi. Sasaran dalam giat ini adalah miras yang seperti kita ketahui pengaruh alkhohol sangat riskan menimbulkan permasalahan,” terang Parta, Jumat (04/03).

Hingga saat ini, petugas belum menemukan meriam bambu atau lomloman dalam patroli. Barng tersebut memang disinyalir sangat mengganggu dengan suaranya yang menggelegar.

Terkait razia ini, polisi mengimbau masyaraka agar turut membantu dalam pengamanan. Seperti melaporkepada petugas jika mengetahui informasi mengenai hal-hal yang meresahkan warga. (tri/nei)