Pembuatan Kain Endek Sampalan ©nusabali.com

Kain Endak Sampalan merupakan komoditi unggulan khas daerah Klungkung. Untuk membuatnya, dibutuhkan proses menenun yang kebanyakan dilakukan gadis-gadis asli daerah.

Pada zaman dahulu, gadis-gadis Klungkung wajib hukumnya untuk dapat menenun Kain Endak Sampalan. Namun sekarang wanita-wanita muda Klungkung lebih memilih bekerja di tempat lain, khususnya di kota-kota besar yang menjanjikan materi berlimpah.

Kini, hanya ada beberapa sentra penghasil kain tenun Endak Sampalan di daerah Klungkung. Salah satunya adalah Sentra Tenun Kain Endak Ardini, Sampalan, Klungkung Bali.

Seperti dilansir tribunnews.com yang melakukan liputan di sentra tersebut, hanya ada lima alat tenun tersisa yang digunakan penenun yang jumlahnya bisa dihitung dengan jari.

Salah seorang penenun tersebut adalah Nyoman Reni. Wanita ini mengatakan bahwa ia sudah sejak remaja belajar dan melakukan aktivitas menenun.

Hal itu terlihat jelas dari lihainya ia dalam menggunakan alat penenun menggunakan tangan dan kakinya. Suara hentakan kayu alat tenun pun semakin memperkuat nuansa tradisional yang menenangkan.

Ia kemudian mengeluhkan keadaan wanita zaman sekarang yang mulai meninggalkan aktivitas menenun.

“Saya menenun sudah sejak usia sekitar 10 tahunan. Beda sama sekarang, perempuan generasi sekarang di Sampalan sudah jarang ada yang mau menenun. Bahkan, mungkin bisa dikatakan perempuan sekarang tidak ada yang menenun,” keluhnya. (trn/fal)