Ikan Mati Belum Jelas Sebabnya, Belum Lagi Aroma Busuk di Estuari Dam Kuta
© balebengong.net

Kawasan bendungan Estuari Dam Kuta, Bali saat ini menjadi pembahasan warga. Pasalnya selain menyebarkan aroma busuk, terlihat juga ikan jenis mujair ukuran telapak tangan orang dewasa hingga ukuran kecil yang mati mengambang, Jumat (08/04).

“Banyak ikan yang mati, kalaupun mancing sekarang rata-rata dapatnya hanya ikan sapu-sapu saja. Jadi males mancing. Apalagi bau busuk di kawasan bendungan,” ungkap Puryanto (35), seorang pemancing yang ditemui di pinggir Bendungan Estuari, Jumat (08/04) kemarin.

© bali.tribunnews.com
© bali.tribunnews.com

Jaya (32) juga merasakan hal yang sama. Ia mengeluhkan banyaknya ikan yang mati di kawasan Taman Pancing serta estuari Dam, sehingga ia pun sudah jarang memancing di kawasan tersebut.

“Ikannya banyak yang mati, seperti keracunan. Nanti kalau mancing terus dapat ikan yang sudah keracunan membahayakan juga,” terangnya.

Kematian ribuan ikan tersebut belum diketahui pasti penyebabnya. Namun para pemancing menduga Tukad Badung terkena limbah pewarna tekstil. Hal ini dikuatkan dengan banyaknya busa yang muncul di kawasan ini.

Sehari sebelumnya, Kamis (07/04), sejumlah petugas PDAM terlihat melakukan penelitian sample air dari Bendungan Estuari atau dikenal Waduk Nusa Dua Badung ini. Ketika ditanya, mereka mengatakan bahwa kegiatan tersebut memang dilakukan rutin.

Melansir dari Tribun Bali, pemeriksaan ini juga untuk memastikan air PDAM layak dikomsumsi.

“Tes kualitas ini juga untuk menghemat penggunaan bahan khusus untuk pengolahan air PDAM,” tandas Kepala Intalasi Pengolahan Air Estuari Ketut Gede Suryawan. (tri/nei)