© www.sinarharapan.co

Hasil kajian riset ForBALI selama enam bulan terakhir menunjukkan bahwa ada sekitar 70 titik kawasan suci di Teluk Benoa Bali. Untuk itu, mereka meminta dikeluarkannya Bhisama (Fatwa) oleh PHDI (Parisadha Hindu Dharma Indonesia) bahwa Teluk Benoa merupakan kawasan suci.

Menurut keterangan Tim Riset Mahasiswa ForBaLI, kajian mereka terdiri dari dua periset. Periset pertama adalah dari Pakar Sosial Budaya dan yang kedua adalah periset yang tengah mengambil spesialis ketataruangannya.

Hal tersebut mengacu dari RT/RW Provinsi Bali yang mengatur campuhan, loloan dan pura-pura yang menjadi titik sentral Spiritual di Teluk Benoa.

“Jadi dalam hal ini kami menemukan bahwa ada Loloan, Campuhan dan Sawangan yang suci bagi warga Hindu Bali di Teluk Benoa. Bahkan, ada titik sentral spiritual yang tidak boleh di reklamasi,” terangnya.

“Karena dalam titik sentral spiritual itu, masyarakat melakukan larung pekelem, tempat yang sakral yang setiap saat digunakan untuk aktifitas keagamaan. Memiliki kekuatan-kekuatan magis,” imbuhnya lagi.

Melansir dari Tribun Bali, kajian riset tersebut kemudian membuat Koordinator Divisi Tekhnis ForBALI Nyoman Mardika meminta meminta PHDI untuk mengeluarkan fatwa Teluk Benoa adalah kawasan suci.

‎”Pihak PHDI memang sudah mengeluarkan Bhisama yang mengatur laut, gunung dan danau sebagai kawasan suci pada tahun 1994. Tapi, untuk saat ini, dengan adanya riset secara mendalam, kami meminta adanya Bhisama untuk menjaga Teluk Benoa,” ujar Nyoman Mardika,‎ Selasa (05/04). (tri/nei)