BALITODAY.NET – Pagi ini (6/12/2018) gempa dengan magnitudo 5.7 SR mengguncang Lombok Utara, seperti yang telah dirilis oleh BMKG melalui akun twitter resminya.

Meskipun berpusat di Lombok, getarannya terasa hingga Bali. Bebebapa daerah yang merasakannya yaitu Denpasar, Jimbaran, Tabanan, Nusa Dua, Karangasem, Kuta, dan Singaraja.

[irp]

“#Gempa Mag: 5.7, 06-12-2018 08:02:46 WIB (23 km Barat Laut Mataram), Skala MMI: VI Lombok Utara, V Lombok Barat, V Mataram, IV Lombok Tengah, IV Lombok Timur, III-IV Denpasar, III Jimbaran, III Tabanan, III Sumbawa, II Nusa Dua, II-III Karangasem, II-III Kuta, II-III Singaraja,” cuit BMKG melalui akun twitternya.

Diketahui, gempa pada hari ini bertepatan dengan hari Kamis Kliwon. Menurut Dosen Bahasa Bali Universitas Udayana, Putu Eka Guna Yasa, gempa yang terjadi pada Kamis Kliwon hari ini adalah pertanda buruk.

“Menurut lontar palalindon, gempa pada sasih kanem (bulan keenam), Ida Bhatara Nayana beryoga sehingga sebagai pertanda tidak baik,” ujar Guna dilansir dari Tribunbali.com (6/12/2018).

Jika ditelisik lebih mendalam melalui penanggalan Bali mengenai peruntungan, semuanya menandakan pertanda buruk. Pengelompokan hari dalam kalender Bali mulai dari 1 harian (Eka Wara), dua harian (Dwi Wara), tiga harian (Tri Wara), hingga 10 harian (Dasa Wara).

Dilansir dari Sastrabali.com, masing-masing wewaran tersebut memiliki nama hari berbeda. Misal pada Tri Wara ada Pasah, Beteng, dan kajeng. Kemudian dalam Panca Wara, nama harinya adalah Umanis, Paing, Pon, Wage, dan Kliwon.

Selanjutnya dalam wewaran Saptawara ada Redite(Minggu), Soma(Senin), Anggara(Selasa), Buda(Rabu), Wraspati(Kamis), Sukra(Jumat), dan Saniscara(Sabtu).

Jika dilihat dari wewaran Tri Wara, Kajeng merupakan payogan Kala Dengen yang merupakan pertanda buruk.

[irp]

Kemudian dilihat dari Panca Wara (wewaran siklus lima harian), Kliwon adalah payogan Bhatara Siwa yang merupakan pertanda buruk.

Sedangkan jika dilihat dari Sapta Wara, Wraspati juga adalah pertanda buruk.

“Bagitu juga dilihat dari Sapta Wara, yaitu Wraspati yang beryoga adalah Kala Banaspati juga tanda buruk. Sehingga secara umum ini merupakan pertanda buruk,” ungkap Guna.


Penulis: Almira Sifak
Editor: Almira Sifak